Jumat, 08 Februari 2013

TURNAMEN CERITA DAN FOTO

Salam Sahabat…
Hi……………..akhirnya saya ( andra iskandar zulkarnain )  menjadi host untuk acara Turnamen  Cerita Dan Foto  di blog saya sendiri, tentu saja penilaiannya sesuai dengan Versi saya sendiri…whehe *sory yah dunia memang kejam*

Untuk melanjutkan tugas mulia ini saya akan memilih tema yang menurut saya pasti selalu kita temukan setiap kali traveling entah kemanapun. Segera…..segera cek stok foto kamu atau malahan buat foto terbaru .
Jeng…jeng…..tema kali ini adalah :


” CULTURE  BUTON / HERITAGE BUTON “
Kenapa saya pilih tema ini? karena menurut saya, Setiap tempat pasti memiliki keunikannya masing-masing, entah itu tariannya, bangunan tua, resep traditional, kain-kain tenun khas yang dibuat berbulan-bulan oleh ibu-ibu dan masih banyak lagi. Well, sederhananya, dalam perjalanan, kita pasti menemukan keanekaragaman . Menangkap foto keanekaragaman budaya/ heritage menurut saya bisa jadi tema yang unik. So I chose ‘CULTURE / HERITAGE’ as the theme of this round.

ATURAN MAINNYA ,

 1.( Foto yang tidak akan diupload di sini. Yaitu (misal: mengandung kebencian SARA, nyeleneh, menghina pihak lain).  

2.Gambar  merupakan (hasil dari) semua jenis kamera apa saja,  asal bertemakan Kultur Buton)

MARI KITA SAKSIKAN....

Nothing edit, Para gadis  Buton yang merupakan  penerus asli leluhur sultan oputa yiko sedang mempertunjukan keindahan tarian Linda d hadapan para sara d Puncak Siotapina .
Suasana gemerlap dan lampu kota pantai kamali Baubau, Anda dapat menyaksikan cahaya lampu Kapal yang berlabuh di Pelabuhan Murhum
 Dan yang menabjubkan lagi ketika kamera tertuju di bawah laut, dengan penyu yang dengan cueknya melewati penyelam..hehe, Bukti lagi kalau keindahan Pulau Buton dengan alam bawah lautnya  yang indah, penuh pesona, beserta penghuninya adalah mahakarya luarbiasa Sang pencipta. Kecantikan yang ditawarkan oleh taman bawah laut atau ekosistem terumbu karang dan penyu menjadi daya tarik tersendiri Pulau Butonku tercinta.
 Santaaaiiiii...hehehe, ..Pantai LAKEBA...!!!pantai yang dapat digunakan sebagai tempat bersantap sambil melihat pemandangan laut yang indah, mempunya pasir putih yang sanyat indah sehingga tempat ini sangat cocok sekedar menikmati suasana pantai yang indah.
Masjid Keraton Buton, Masjid tua yang sudah berumur Ribuan Tahun, mempunyai ukuran yang relatif kecil merupakan Cagar Budaya serta memiliki Nilai Historis yang di dalamnya terpancar Budaya masa lalu sehingga perlu di lestarikan

 sebuah perahu nelayan yang bersandar di bibir pantai. dari tepi pantai di saat matahari terbenam, warna senja menjelang malam di pantai lowu-lowu 
  Foto ini tak hanya membawa nilai budaya, tapi juga tradisi. Ikan asap salah satu kuliner yang terdapat di Buton, biasanya masyarakat Buton ini di gunakan sebagai bahan Nasi Wolio pada acara Haroa 

 Di siang Hari, Nirwana Beach Buton Baubau memberikan panorama alam dan ,eksotika mahari di tepi pantai, dengan air laut yang bening dan deretan pohon kelapa memberikan keindahan tersrndiri para wisatawan

 So wonderful, sangat mempesona ingin ku injakkan kaki ku lagi rasanya..hehe, Senja di nirwana beach Buton Baubau, menjadikan suasana seperti pantai pribadi karena sepinya pengunjung ketika hari mulai senja… Thank you BRAADAA….!!!
   
Nah……Kalian bisa mengikutsertakan foto keunikan budaya dari tempat berlibur atau dari daerah masih-masing., asal masih dalam wilayah kesultanan buton, caranya pamer saja di Facebook saya Andra Sense Humor, maka saya akan masukkan ke dalam Blog ini,,,hehe
 dengan berbagai macam warna-warna kebudayaan dan heritage dari berbagai belahan Pulau BUTON melalui karyamu

Sedikit saran dan nasehat dari saya untuk generasi penerus budaya
 “ sebagai anak muda kalian jangan alergi dengan budaya sendiri, jangan bangga dengan budaya luar. tetap pertahankan eksistensi budaya kita dan harus bisa berkreativitas secara positif,..”
tambahan lagi
 “Jadilah diri sendiri, jangan bangga dengan budaya orang lain. Ikuti arus global dengan identitas sendiri, jika ada budaya luar yang baik tetapi berbeda dengan budaya kita, gabungkanlah kedua budaya tersebut agar seimbang.”


-salam kesenian-