Salam Sahabat…
Hi……………..akhirnya saya ( andra iskandar zulkarnain ) menjadi host
untuk acara Turnamen Cerita Dan Foto di blog saya sendiri, tentu saja penilaiannya sesuai
dengan Versi saya sendiri…whehe *sory yah dunia memang kejam*
Untuk melanjutkan tugas mulia ini saya akan memilih tema
yang menurut saya pasti selalu kita temukan setiap kali traveling entah
kemanapun. Segera…..segera cek stok foto kamu atau malahan buat foto terbaru
.
Jeng…jeng…..tema kali ini adalah :
” CULTURE BUTON / HERITAGE
BUTON “
Kenapa saya
pilih tema ini? karena menurut saya, Setiap tempat pasti memiliki keunikannya
masing-masing, entah itu tariannya,
bangunan tua, resep traditional, kain-kain tenun khas yang dibuat
berbulan-bulan oleh ibu-ibu dan masih banyak lagi. Well,
sederhananya, dalam perjalanan, kita pasti menemukan keanekaragaman . Menangkap
foto keanekaragaman budaya/ heritage menurut saya bisa jadi tema yang unik. So
I chose ‘CULTURE / HERITAGE’ as the theme of this round.
ATURAN
MAINNYA ,
1.( Foto yang tidak akan diupload di sini. Yaitu (misal:
mengandung kebencian SARA, nyeleneh, menghina pihak lain).
2.Gambar merupakan (hasil dari) semua jenis kamera apa saja, asal bertemakan Kultur Buton)
MARI KITA SAKSIKAN....
 |
| Nothing edit, Para gadis Buton yang merupakan penerus asli leluhur sultan oputa yiko sedang mempertunjukan keindahan tarian Linda d hadapan para sara d Puncak Siotapina . |
 |
| Suasana gemerlap dan lampu kota pantai kamali Baubau, Anda dapat menyaksikan cahaya lampu Kapal yang berlabuh di Pelabuhan Murhum |
 |
| Dan yang menabjubkan lagi ketika kamera tertuju di bawah laut, dengan penyu yang dengan cueknya melewati penyelam..hehe, Bukti lagi kalau keindahan Pulau Buton dengan alam bawah lautnya yang indah, penuh pesona, beserta penghuninya adalah mahakarya luarbiasa Sang pencipta. Kecantikan yang ditawarkan oleh taman bawah laut atau ekosistem terumbu karang dan penyu menjadi daya tarik tersendiri Pulau Butonku tercinta. |
 |
| Santaaaiiiii...hehehe, ..Pantai LAKEBA...!!!pantai yang dapat digunakan sebagai tempat bersantap sambil melihat pemandangan laut yang indah, mempunya pasir putih yang sanyat indah sehingga tempat ini sangat cocok sekedar menikmati suasana pantai yang indah. |
 |
| Masjid Keraton Buton, Masjid tua yang sudah berumur Ribuan Tahun, mempunyai ukuran yang relatif kecil merupakan Cagar Budaya serta memiliki Nilai Historis yang di dalamnya terpancar Budaya masa lalu sehingga perlu di lestarikan |
 |
| sebuah perahu nelayan yang bersandar di bibir pantai. dari tepi pantai di saat matahari terbenam, warna senja menjelang malam di pantai lowu-lowu |
 |
| Foto
ini tak hanya membawa nilai budaya, tapi juga tradisi. Ikan asap salah satu
kuliner yang terdapat di Buton, biasanya masyarakat Buton ini di gunakan
sebagai bahan Nasi Wolio pada acara Haroa | | |
 |
Di siang Hari,
Nirwana Beach Buton Baubau memberikan panorama alam dan ,eksotika
mahari di tepi pantai, dengan air laut yang bening dan deretan pohon kelapa
memberikan keindahan tersrndiri para wisatawan
|
 |
So wonderful, sangat mempesona ingin ku injakkan kaki ku lagi
rasanya..hehe, Senja di nirwana beach Buton Baubau, menjadikan suasana seperti pantai
pribadi karena sepinya pengunjung ketika hari mulai senja… Thank you
BRAADAA….!!!
Nah……Kalian bisa
mengikutsertakan foto keunikan budaya dari tempat berlibur atau dari daerah
masih-masing., asal masih dalam wilayah kesultanan buton, caranya pamer saja di
Facebook saya Andra Sense Humor, maka saya akan masukkan ke dalam Blog
ini,,,hehe
dengan
berbagai macam warna-warna kebudayaan dan heritage dari berbagai belahan Pulau
BUTON melalui karyamu
Sedikit saran dan nasehat dari saya untuk generasi penerus
budaya
“ sebagai anak muda kalian
jangan alergi dengan budaya sendiri, jangan bangga dengan budaya luar. tetap
pertahankan eksistensi budaya kita dan harus bisa berkreativitas secara
positif,..”
tambahan lagi
“Jadilah diri
sendiri, jangan bangga dengan budaya orang lain. Ikuti arus global dengan
identitas sendiri, jika ada budaya luar yang baik tetapi berbeda dengan budaya
kita, gabungkanlah kedua budaya tersebut agar seimbang.”
-salam kesenian-
|