Rabu, 07 November 2012

Sekedar Melacurkan Pikiran

Belakangan ini sisi melankolis kembali merasuki hati dan jiwaku. Mellow abis nih hidup jadinya.  Perasaan terluka, otak mulai error, emosi tak terkendali, sedih dan hidup mulai terasa berat untuk dijalani. Apa yang kutemui dalam fase ini?Seakan-akan besok dunia dah banjir oleh air mata. Manusiawi!

Tapi aku percaya semua makhluk yang berstatus manusia pasti pernah mengalami hal yang sama.  Saat sisi melankolis itu merasukiku hingga ku rasakan sakit yang berlebih di hatiku,

Apa yang terjadi???

itu karena....!!!

Suatu malam aku menelphone seorang cewek yang aku anggap sudah  cukup dekat denganku. Seorang wanita yang bukan siapa-siapa, tapi mampu memberi pengaruh dalam hidupku.
Kenapa aku menceritakan hal ini? Tidak lebih untuk berbagi! Mungkin diluar sana banyak manusia-manusia yang sedang jatuh. Sedang merasa terluka. Sedang merasa tak berarti.

Sekitar lima hari dia di sini, waktu yang sangat singkat bagiku. dia juga harus membagi waktu untuk keluarganya. Sehari jalan bersamanya terasa cukup menyejukkan hati. Niatnya sih aku mau ngajak dia jalan-jalan selama di sini, tapi waktu itu dia lebih memilih untuk berkumpul sama teman-temannya dulu, maklumlah dia punya banyak teman, termasuk teman cowok selain saya, it's okay. Sudah ada moment, tapi harus di lewati begitu saja. Mungkin kita bisa bertemu di kesempatan lain.

Sebagai obat kangen aku coba untuk menelponnya, seperti biasa kita menceritakan segala hal tentang segala kejadian dalam hidup kami, namun tiba-tiba ada telphone dari cowok lain, dia mengangkatnya, kebetulan telponku belum di tutup jadi aku bisa mendengar sedikit percakapan mereka, dia bilang kalau tak sedang telphonan denganku.#it's okay. sampe di situ saya cuma bisa  menunggu sampai dia selesai telponan,  kok lama??, dia membuat saya merasa tak dibutuhkan dan tak dihargai kehadiranku.

 Sebenarnya aku baru Pendekatan sama dia.  Apa ini artinya sudah waktunya untuk pergi? di bilang menyerah. mungkin juga..di bilang marah..mungkin juga, karena mungkin dia menginginkan yang lain, tapi itu mungkin bukan aku. apakah aku keliru? nothing special

 ah.. saya juga ndak tau, toh saya masih punya janji dengan diri saya sendiri tuh nunggu dia tiga tahun.
saya ndak waras? emang, itu mah sudah settingan default. otak diagonal saya.

 "logika, rasa, dan kelakuan kadang emang paling ga demen jalan bareng. jadi gini deh, keseok-seok. kangen"
  ah sialan,,,,anda merusak suasana galau yg sudh susah payah sy bangun. CUT!! ganti adegan.”#sakit jiwa,,:d
And thanks God 4 that words.. n InsyALLAH diriku bisa naik kelas ke tingkat kedewasaan yang lebih tinggi dalam menyikapi masalah…amin…….
#abaikan

~salam~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar